Mengajak Kebaikan Dan Kesesatan

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa’id dan Ibnu Hujr, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Ja’far dari Al ‘Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
“Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.”
HR. Muslim

Penaklukan Khaibar

Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim berkata, telah menceritakan kepada kami Ima’il bin ‘Ulayyah berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berperang di Khaibar. Maka kami melaksanakan shalat shubuh di sana di hari yang masih sangat gelap, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Thalhah mengendarai tunggangannya, sementara aku memboncenmg Abu Thalhah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu melewati jalan sempit di Khaibar dan saat itu sungguh lututku menyentuh paha Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu beliau menyingkap sarung dari pahanya hingga aku dapat melihat paha Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang putih. Ketika memasuki desa beliau bersabda: “Allahu Akbar, binasalah Khaibar dan penduduknya! Sungguh, jika kami mendatangi halaman suatu Kaum, maka (amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) ‘ (Qs. Asf Shaffaat: 177). 
Beliau mengucapkan kalimat ayat ini tiga kali.” Anas bin Malik melanjutkan, “(Saat itu) orang-orang keluar untuk bekerja, mereka lantas berkata, ‘Muhammad datang! ‘ ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Sebagian sahabat kami menyebutkan, “Pasukan (datang)! ‘ Maka kami pun menaklukan mereka, para tawanan lantas dikumpukan. Kemudian datanglah Dihyah Al Kalbi seraya berkata, “Wahai Nabi Allah, berikan aku seorang wanita dari tawanan itu!” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Pergi dan bawalah seorang tawanan wanita.” Dihyah lantas mengambil Shafiyah binti Huyai. Tiba-tiba datang seseorang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Nabi Allah, Tuan telah memberikan Shafiyah binti Huyai kepada Dihyah! Padahal dia adalah wanita yang terhormat dari suku Quraizhoh dan suku Nadlit. Dia tidak layak kecuali untuk Tuan.” Beliau lalu bersabda: “Panggillah Dihyah dan wanita itu.” Maka Dihyah datang dengan membawa Shafiah. Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Shafiah, beliau berkata, “Ambillah wanita tawanan yang lain selain dia.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerdekakan wanita tersebut dan menikahinya.” Tsabit berkata kepada Anas bin Malik, “Apa yang menjadi maharnya?” Anas menjawab, “Maharnya adalah kemerdekaan wanita itu, beliau memerdekakan dan menikahinya.” Saat berada diperjalanan, Ummu Sulaim merias Shafiah lalu menyerahkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat malam tiba, sehingga jadilah beliau pengantin. Beliau lalu bersabda: “Siapa saja dari kalian yang memeliki sesuatu hendaklah ia bawa kemari.” Beliau lantas menggelar hamparan terbuat dari kulit, lalu berdatanganlah orang-orang dengan membawa apa yang mereka miliki. Ada yang membawa kurma dan ada yang membawa keju/lemak.” Anas mengatakan, “Aku kira ia juga menyebutkan sawiq (makanan yang dibuat dari biji gandung dan adonan tepung gandum). Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencampur makanan-makanan tersebut. Maka itulah walimahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”
(HR. Bukhari)

Mimpi-Mimpi Rasulullah

Mimpi-mimpi yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW
Dari Abdul Rahman Bin Samurah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam sebelum aku di Isra’kan diantaranya :
1. Aku telah melihat salah seorang dari umatku di datangi malaikat maut dalam keadaan yang mengerikan untuk diambil nyawanya, namun malaikat terhalang perbuatannya karena Ketaatan dan kepatuhannya kepada kedua orang tuanya.
2. Aku melihat salah seorang dari umatku yang telah disediakan baginya azab kubur yang amat menyiksakan, namun ia diselamatkan karena wudhunya yang sempurna.
3. Aku melihat salah salah seorang dari umatku yang dikerumuni setan-setan dan iblis-iblis terlaknat,namun ia diselamatkan karena zikirnya yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT.
4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan menggunakan rantai yang terbuat dari api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulutnya dan dikeluarkan dari duburnya oleh malaikat Ahzab, namun karena sholatnya yang khusyu’ dan tidak ditunjuk-tunjukkan maka ia dilepaskan dari siksaan itu.
5. Aku melihat umatku yang ditimpa kehausan yang amat sangat, namun setiap kali dia mendatangi sebuah telaga, ia terhalang untuk meminumnya, maka saat itu datanglah pahala puasanya yang ikhlas karena Allah SWT yang memberinya minum hingga ia merasa puas.
6. Aku melihat umatku yang sedang mencoba mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk bersama, setiap kali ia datang lalu dia diusir, maka menjelmalah mandi junub dengan rukunnya yang sempurna menuntunnya ke kumpulanku sambil duduk di sebelahku.
7. Aku melihat salah seorang dari umatku berada dalam keadaan yang gelap gulita di sekelilingnya, sedangkan dia di dalam kebinggungan, maka datanglah pahala haji dan umrahnya yang ikhlas kepada Allah SWT sehingga mengeluarkannya dari kegelapan menuju tempat yang terang-benderang.
8. Aku melihat umatku yang mencoba berbicara kepada golongan orang mukmin tetapi mereka tidak seorang pun mau membalas bicaranya, maka menjelmalah sifat silaturrahimnya dan tidak suka bermusuh-musuhan sesama umatku lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu ia pun dapat berbicara dengan mereka.
9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepiskan percikan api yang mengenai Q7 mukanya, namun ia dilindungi karena pahala sedekahnya yang ikhlas karena Allah SWT.
Demikian mimpi yang dialami Nabi Muhammad SAW sebelum beliau melakukan Isra’ Mi’raj, sesungguhnya hal ini dapat menjadi pelajaran dan renungan bagi umat Islam agar kita senantiasa melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi larangan Allah SWT. Hal demikian dapat menjadi petunjuk danperingatan bagi orang-orang yang berfikir.

Mengutamakan Memilih Istri Gadis

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Abu ‘Adi dari Sulaiman At-Tamimi dari Abu Nadlroh dari Jabir berkata;
saya berjalan diatas untaku yang berada di barisab belakang suatu rombongan. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memukulnya sekali, atau berkata; lalu beliau mengerakkan agar mau bergerak satu kali. Saya menjadi di barisan paling depan, namun saya tertahan kembali. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangiku dan bertanya, ‘Maukah kau jual kepadaku dengan harga sekian dan sekian, semoga Alloh mengampunimu.’ (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) menjawab, ‘Ya Wahai Rasulullah’, lalu beliau menambahinya. Beliau bertanya, ‘Maukah kau jual kepadaku dengan harga sekian dan sekian, semoga Alloh mengampunimu.’ (Jabir bin Abdullah radliyallahu’anhuma) menjawab, ‘Ya Wahai Rasulullah’, Sulaiman berkata; saya tidak tahu berapa kali mengatakan hal itu. Apakah kau mau menjual kepadaku dengan harga sekian dan sekian. Lalu beliau bertanya, ‘Apakah kamu telah menikah setelah bapakmu (meninggal)? ‘ Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bertanya gadis atau janda? Dia menjawab, janda. Beliau bersabda: “Kenapa tidak kau nikahi gadis saja, kamu bisa bermain-main dengannya dan dia bermain-main denganmu. Dia bisa membuatmu tertawa dan kamu bisa membuat dia tertawa?.”
HR. Ahmad

Pahala Melimpah Untuk Laki Laki Yang Sholat Di Masjid

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ishaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Lahi’ah dari seorang Syaikh dari Ma’afir ia berkata, saya mendengar Uqbah bin Amir Al Juhani berkata,
“Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang laki-laki berwudlu kemudian mendatangi Masjid, maka Allah ‘azza wajalla akan mencacat baginya setiap langkah kaki yang ia ayunkan dengan sepuluh kebaikan. Dan jika kemudian ia shalat di dalam Masjid lalu duduk di situ, maka ia seperti orang yang berpuasa yang khusyu’ (dalam ketaatan) dan hingga ia kembali pulang.”
HR. Ahmad

Ancaman Untuk Yang Mencampuri Harga Kaum Muslimin

Telah menceritakan kepada kami Abdushamad, telah menceritakan kepada kami Yazid yaitu Ibnu Murrah Abu Al Mu’alla dari Al Hasan, dia menuturkan bahwa Ma’qil bin Yasar sedang menderita sakit yang cukup serius.
Kemudian ‘Ubaidullah bin Ziyad datang menjenguknya. Katanya, “Wahai Ma’qil, tahukah engkau bahwa aku telah menumpahkan darah?” Dia berkata; “Aku tidak tahu.” Katanya lagi, “Apakah kau tahu bahwa aku turut campur dalam (penentuan) harga barang kaum muslimin?” Dia berkata; “Aku tidak tahu.” Lalu Ma’qil berkata; “Dudukkanlah aku!.” Lalu dia melanjutkan; “Dengarlahlah wahai ‘Ubaidullah, kuberitahu kau sesuatu yang tidak hanya sekali dua kali aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa sedikit saja mencampuri harga kaum muslimin untuk menjadikannya mahal untuk mereka, maka sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala akan benar-benar mendudukkannya di atas tulang dari api pada hari Kiamat kelak.” Dia berkata; “Apakah kau mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Dia menjawab, “Benar, bukan hanya sekali atau dua kali.”
HR. Ahmad